Ibu, terimakasih sudah melahirkanku ke dunia.
Terimakasih karena engkau masih mau mendampingiku penuh cinta.
Ibu, hari ini aku ingin memberimu hadiah.
Sebuah puisi dariku, puisi istimewa
Ibu, aku memang tak bisa bicara.
Tapi lihatlah.!
Aku mampu melakukan apa saja yang engkau minta
Aku ingin engkau bahagia
Ibu, aku memang tak bisa berjalan dengan kedua kakiku.
Tapi dengarlah bu.!
Aku bisa bermain gitar dan bernyanyi dengan merdu.
Ibu lihat kan, saat mereka menangis terharu.?
Ibu, mungkin aku hampir tak pernah menatap matamu.
Tapi tahukah engkau bu?
Aku selalu tau saat engkau dekat denganku.
Aku pun tau saat engkau pergi menjauh, dan aku takut ibu.
Ibu, aku memang tak bisa menulis, membaca dan berhitung.
Tapi lihatlah bu.! aku bisa menyusun puzzle lebih cepat dari mereka.
Lihat bu..! aku bisa menggambar.
Bagus kan bu.? Ada aku, ayah dan ibu.
Ibu, maaf jika aku masih sering menjatuhkan gelas susuku.
Tanganku lemah bu, bahkan sering kaku.
Jangan marah bu..
Aku janji, suatu saat aku akan mampu.
Ibu, maaf jika aku tak pernah bisa jadi juara seperti mereka.
Tapi jika engkau sabar dan mengerti kemampuanku, aku akan jadi apa saja.
Aku akan jadi koki terbaik dunia.!
Aku akan jadi pelukis ternama seantero jagad raya.!
Aku akan jadi penata rambut terbaik lintas negara.!
Atau aku akan jadi desainer ternama.! Pakaianku akan dipakai di mana-mana.
Atau..atau... Ah, ibu! aku akan jadi apa saja.
Tapi jangan minta aku jadi juara seperti mereka. Aku tak bisa.!
Ibu, maaf jika aku terlahir berbeda.
Aku tak pernah memintanya, pun tak bisa berontak dan tak terima.
Karena dulu di suatu masa, Dia bertanya dan aku menjawab "Iya".
Aku terikat janji dengan-Nya ibu.
Bantu aku memenuhi dan menjalaninya.
Ibu, aku mencintaimu dengan segenap jiwa.
Meskipun di matamu aku tak sempurna,
Namun bagiku, engkau segalanya.
Dariku, Anakmu yang Istimewa.
Banda Atjeh, 21 Juni 2014
Terimakasih karena engkau masih mau mendampingiku penuh cinta.
Ibu, hari ini aku ingin memberimu hadiah.
Sebuah puisi dariku, puisi istimewa
Ibu, aku memang tak bisa bicara.
Tapi lihatlah.!
Aku mampu melakukan apa saja yang engkau minta
Aku ingin engkau bahagia
Ibu, aku memang tak bisa berjalan dengan kedua kakiku.
Tapi dengarlah bu.!
Aku bisa bermain gitar dan bernyanyi dengan merdu.
Ibu lihat kan, saat mereka menangis terharu.?
Ibu, mungkin aku hampir tak pernah menatap matamu.
Tapi tahukah engkau bu?
Aku selalu tau saat engkau dekat denganku.
Aku pun tau saat engkau pergi menjauh, dan aku takut ibu.
Ibu, aku memang tak bisa menulis, membaca dan berhitung.
Tapi lihatlah bu.! aku bisa menyusun puzzle lebih cepat dari mereka.
Lihat bu..! aku bisa menggambar.
Bagus kan bu.? Ada aku, ayah dan ibu.
Ibu, maaf jika aku masih sering menjatuhkan gelas susuku.
Tanganku lemah bu, bahkan sering kaku.
Jangan marah bu..
Aku janji, suatu saat aku akan mampu.
Ibu, maaf jika aku tak pernah bisa jadi juara seperti mereka.
Tapi jika engkau sabar dan mengerti kemampuanku, aku akan jadi apa saja.
Aku akan jadi koki terbaik dunia.!
Aku akan jadi pelukis ternama seantero jagad raya.!
Aku akan jadi penata rambut terbaik lintas negara.!
Atau aku akan jadi desainer ternama.! Pakaianku akan dipakai di mana-mana.
Atau..atau... Ah, ibu! aku akan jadi apa saja.
Tapi jangan minta aku jadi juara seperti mereka. Aku tak bisa.!
Ibu, maaf jika aku terlahir berbeda.
Aku tak pernah memintanya, pun tak bisa berontak dan tak terima.
Karena dulu di suatu masa, Dia bertanya dan aku menjawab "Iya".
Aku terikat janji dengan-Nya ibu.
Bantu aku memenuhi dan menjalaninya.
Ibu, aku mencintaimu dengan segenap jiwa.
Meskipun di matamu aku tak sempurna,
Namun bagiku, engkau segalanya.
Dariku, Anakmu yang Istimewa.
Banda Atjeh, 21 Juni 2014