Selasa, 22 April 2014

Sang Pelatuk dan Cemaranya.




Lissa Bella Rina Putri featuring Tomi Ibnu Yusri Ibn Yusuf.



Ketika Pelatuk bertemu Cemara, masih ada segan. 
Sehingga hening. 
Bahkan ketika Cemara telah memanjangkan dahan berharap, pelatuh hanya diam terkesiap. 
Ya, karena Cemara telah semakin semampai dengan dahan jenjangnya itu. 
Tapi, Pelatuk masih sama seperti yang dulu. 
Merasa ‘kecil’ dalam balutan bulu merahnya yang megah.
Cemara terdiam dan menunduk…

Ah, Pelatuk selalu merendah diri. Padahal Cemara tau, cakarnya kini telah makin kuat untuk mencengkeram dahan-dahan Cemara yang indah. 
Dan paruhnya.? Mungkin tak setajam elang, tapi mampu membuat Cemara menjadi serpihan-serpihan kecil yang dapat terbang.
Pelatuk hanya bertengger manis dan menengadah langit. 
Duhai Cemara, tak taukah kau..? bulu-bulu merah ini cukup menutupi luka perkelahianku dengan masalah. 
Aku tau, dahanmu memiliki kekuatan untuk menyembuhkan. 
Tapi..bagaimana aku akan memulai.?
 Cemara meneteskan embun yang masih tersisa di helaian daunnya, merasa perih.

Pelatuk..cukuplah kau hinggap disini, di dahan manapun yang kau mau dan berikan cengkeraman yang membuatku yakin, kau tak akan berpindah sarang.
Bagaimana jika nanti telah banyak yang bertengger di rantingmu..? elang mungkin? Rajawali? Atau beo yang rajin bicara.? Atau cenderawasih dengan ekornya.? Pelatuk masih meragu.
Biarkan Aku memilih Pelatuk. Bisa jadi aku tetap memilihmu. Karena elang, kasar cengkeramannya membuatku sakit. 
Rajawali.? dia terlalu suka berpetualang. 
Aku terganggu dengan celotehan beo yang tidak akan pernah berhenti. 
Cenderawasih.? Ah, ia tak pantas untukku. Ia akan selalu dan lebih bersinar, bahkan ketika aku dibawah sinar mentari. 
Dan kau..? aku cinta sesuatu yang sederhana sepertimu.

Pelatuk berpaling, menatap Cemara dengan pandangan yang ia sendiri tak mengerti apa artinya. 
Yang ia pahami, mulai saat itu, ia akan tetap disitu, menjaga cengkeramannya pada Cemara, mematuk paruh kecilnya dan tinggal.
           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar