Jumat, 09 Mei 2014

Mimpi Buah Jambu



Salah satu hal yang paling kuingat pada masa kecil adalah kesenanganku memanjat pohon jambu. Dulu, setiap kali pohon-pohon jambu di rumah tetangga berbuah (pohon jambu di rumahku patah waktu gempa tsunami, hiks), Aku dan kawan-kawan pasti akan datang beramai-ramai dan memanjat. Biasanya kami akan memakai baju atau celana – rok besar, supaya jambunya dapat banyak.

Nah, begini tips yang sangat jitu kalau ingin dapat jambu dengan mudah dari tetangga. Pertama, datang baik-baik dan pasang wajah innocent, lalu mulai.!
“Assalamualaikuuummm.. buuk ooo buk. Kami mau beli jambunya boleh buk..?” (Objek boleh diganti sesuai situasi dan kondisi).
Sesuai pengalaman, biasanya sang pemilik pohon akan datang dan menjawab seperti ini
“waalaikumsalam. Jambu mana..? Itu jambunya ga dijual nak”.
Lalu pasang muka sedih-putus asa-ingin bunuh diri sambil bilang
 “ooo ga dijual ya buk. Tapi kami pengen beli, boleh buk..?”
Dan sesuai dugaan, sang pemilik pohon akan menjawab begini
“udah, ngapain dibeli. Ibu ga jual. Ambil aja terus”
“horeeeeee....!!!”.  Hilang sudah muka malaikatnya.

Baiklah, kembali ke pembahasan, karena kita sedang tidak bicara trik menghabiskan jambu tetangga. Setelah sampai di atas, masing-masing kami akan berusaha mengambil jambu yang bergelantungan dan memasukkanya ke dalam baju atau memegangnya dengan tangan. Masalahnya, kalau buah-buah jambu itu sudah banyak kami tak tau mau meletakkan mereka kemana lagi. Kalau sudah begini, mulailah kami menyusun strategi perang dan hasilnya, jadilah salah satu diantara kami sebagai relawan penangkap jambu di bawah. Si relawan itu nanti akan mulai mengangkat dan merentangkan bajunya sedikit (gatau jelasinnya gimana) dan menangkap jambu yang kami lemparkan. Kalau cara ini pun sudah tak bisa lagi, mulailah kami memilih jambu mana yang diambil, dan jambu mana yang-terpaksa dengan sangat kecewa- kami biarkan tetap di pohonnya. Begitulah setiap musimnya, sampai tamat SD. :D

Baiklah teman-temanku sebangsa dan setanah air, seiman dan seagama, sekampung dan sekota, tujuan tulisan yang luar biasa ini dibuat bukanlah tentang buah jambu, karena saya yakin teman-teman lebih profesional dari saya kalau soal ini. Tapi ini cerita tentang mimpi, mimpi buah jambu. Kenapa mimpi buah jambu? Karena jika boleh kita ibaratkan, mimpi-mimpi kita adalah jambu-jambu tadi dan pohon jambu itulah pohon mimpi kita. Namun ada perbedaan antara dua pohon ini, kalau pohon jambu hanya bisa menghasilkan sesuatu yang jenisnya sama ; buah jambu. Sedangkan pohon mimpi kita..? kita bisa memilih “buah mimpi” apa yang ingin kita gantungkan dan jenisnya bisa berbeda-beda.

Seperti proses mengambil buah jambu tadi, ada mimpi-mimpi yang bisa kita raih dan wujudkan bersamaan oleh diri kita sendiri, namun ketika mimpi itu terasa terlalu sulit bahkan tidak mungkin diwujudkan sendirian, maka kita butuh orang lain yang punya “buah mimpi” yang sama lalu berbarengan mewujudkannya. Misalnya, mimpi memiliki anak-anak yang shaleh hanya bisa diwujudkan jika kita “berbarengan” dengan orang lain ; menikah (eaaaak). Lalu, juga ada mimpi-mimpi yang harus kita tunda dulu meraihnya. Bukan karena kita mau menunda-nunda hal baik, tapi karena ada mimpi lain yang sudah kita pilih dan harus diselesaikan terlebih dahulu. Misalnya, ada yang mau mewujudkan mimpinya menjadi guru di daerah terpencil lalu ikut program pemerintah, maka akhirnya ia harus menunda mimpinya yang lain. (Apa mimpi yang ditunda..? tergantung kontrak kerja :D)

Hebatnya lagi pohon mimpi kita ini, buah-buahnya tidak akan busuk atau terlalu masak dan leubah*.  Jadi, tidak ada istilah “ambil terus, nanti busuk”. Tidak usah gusar, biarkan ia tetap di dahannya dan semakin matang. Bahkan bisa jadi, mimpi yang kita wujudkan sebelumnya, malah menjadi jalan meraih buah-buah mimpi yang masih bergelantungan itu. Dan yang paling penting, buah-buahnya juga tidak bisa sembarangan diambil oleh anak-anak tak bertanggung jawab yang bermodus mau beli seperti kami-kami ini. Karena ini, pohon mimpi. Dan mimpi tak bisa dijual beli.

Jadi, selamat menanam dan mencintai
pohon mimpi.

Ps. Tingkat usaha yang paling ekstrem untuk dapat jambu yang banyak adalah membawa kain sarung lalu dua orang akan merentangkannya di bawah dan jadi semacam jaring untuk menampung  jambu yang dilempar. :D

Banda Aceh, 9 Mei 2014
 
*Leubah itu istilah untuk buah yang sudah terlalu masak (kalau EYD-nya tidak salah)

14 komentar:

  1. keren kak tulisan nyaa,, :)
    tapi mimpi-mimpinya kenapa gak dicantumkan yaa??

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih Helka..
      hehheee.. nanti deh di postingan yang lain. Belum berani posting yang mimpi2 itu. Semoga segera menyusul hihih

      Hapus
  2. Yaa, betul itu Helka :-)

    #segera ya disusulkan

    BalasHapus
  3. inspiratif kak ca.. :) analoginya keren...

    BalasHapus
  4. Eum, soal penjelasan terakhir: Leubah khan bahasa Aceh, ya ndak dapat kita cari di EYD ... (hehe, kidding)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maksudnya EYD dalam bahasa Acehnya bang. Ntah iy puun Leubah tulisannya begitu. :D

      Hapus
  5. Mimpi yang besar, ya bentangkan kain sarung...,.,hehe
    ayo kita raih mimpi kita :D

    lanjutkan!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe..iya yaa, biar mimpinya bisa lebih banyak dapatnya. :D
      Selamat bermimpi..!! ^_^
      Btw Mursal, sepertinya saya kenal Anda. Benarkah..? :)

      Hapus
    2. oyaaa?hehe
      kenal dimana? bisa jadi :D

      Hapus
    3. Mursal anak mana..? Di bimbel apa ya..?

      Hapus
  6. tulisan kakak keren (Y)
    mampir di rumah saya juga kak ya http://negeridalamaksara.blogspot.com/

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih Yusri.. Iya, insya allah segera ke TKP :D

      Hapus