Sabtu, 29 Desember 2012

Terimakasih, G.

Sejatinya, saya tipe seseorang yang pemaaf. Hanya saja, kadang sifat egois menutupi segalanya. Sering saya mengabaikan perasaan "saya sudah memaafkan" hanya karena saya berpikir "Ah, biar ajalah. Biar dia tau rasanya ga dimaafkan tu gimana". Bego..? Sangat.

Sudah terlalu banyak hal yang saya sia-siakan, sudah terlalu sering saya membuat orang merasa bersalah dengan apa yang mereka lakukan terhadap saya. Dan saat ini, saya menyadari satu hal. Untuk apa saya berlelah-lelah memikul dendam dan amarah, kalau nanti pada akhirnya saya memaafkan. Maafkan saja dari awal, selesai kan..? Tidak ada yang tersakiti, tidak ada yang merasa bersalah.

Lagi, untuk kali ini saya berdamai dengan hati. Terimakasih, G

Terimakasih untuk semua cerita-cerita yang membuka mata saya, betapa harusnya saya bersyukur diberi kelapangan hati untuk menerima yang sudah terjadi. Terimakasih karena menyadarkan saya bahwa tidak ada hal yang perlu kita lakukan hanya demi mempertaruhkan gengsi. Diluar sana, ternyata banyak sekali orang-orang yang sedang berusaha berjuang untuk berdamai dengan apapun. Berdamai dengan hatinya sendiri, berdamai dengan hati baru yang sedang berusaha menyentuh, berdamai dengan keadaan yang seringkali tidak sejalan dengan apa yang kita mau, dan berdamai dengan keputusan langit tentang apa yang harus dilakukan. Dan saya..?

Saat ini, Saya sudah berdamai dan akan terus belajar berdamai dengan apapun. Berdamai dengan hal-hal yang saya benci, dengan hal-hal yang belum biasa saya jalani, bahkan mungkin berdamai dengan sesuatu yang belum saya kenali.

Dan sekali lagi, Terimakasih G.

dia bukanlah dia.

Hey..!!kau ingat sayang..? hampir lima tahun yang lalu. Saat itu juga hujan kan..? Kau membawakan aku cokelat dan kita duduk berhadapan. Kau ingat apa yang kita bicarakan..? tidak ada. Kala itu, yang ada hanya hening. 
Nyaris lima tahun yang lalu...kita hanya dua orang anak manusia yang berteman dan saling bercerita serta bertukar pikiran. Semuanya berjalan biasa saja hingga kau mengejutkanku dengan pertanyaan yang tiba-tiba, "kita gini-gini aja..?". Ah, saat itu dengan polosnya aku memandangmu dan merasa bersalah. Mungkinkah kau merasa buang-buang waktu menghabiskan siang ini bersamaku..? Aku hanya bisa memelas dan meminta maaf, tapi kau malah tersenyum geli melihatku.
Sambil membetulkan letak kemeja kantormu, lagi-lagi kau mengejutkanku dengan pertanyaan yang saat itu membuatku gagu. "Mau jadi pacarku..?". what..???!!!! apa aku salah dengar..? dia pasti bercanda ya Allah, batinku meracau tak jelas arah dan tujuan. Dan lagi, kau tersenyum..senyum yang tiba-tiba saja berbeda untukku. Dan saat itu, hingga detik ini aku yakin 'kau tidak sedang bercanda'..
Lima tahun itu bukan waktu yang pendek untuk sebuah perjalanan, tapi juga belum cukup lama untuk mengungkapkan apa telah dan mungkin sedang kita rasakan. Banyak hal yang selama ini sengaja kita lewati, atau terlewati tanpa kita sadari, dan kita menikmatinya. Tawa kita, senyum kita, keusilan kita, paniknya kita akan hal2 kecil, dan semua detail kecil tentang kita adalah hal paling nikmat yang pernah aku rasa. Dalam sujud, selalu kuselipkan doa, keinginan untuk menikmati semua tentang kita, sampai tua. Maaf kalau selama ini cukup banyak kesalahan yang kubuat,  masih terlalu banyak hal yang belum aku mengerti tentangmu. Tapi aku akan terus berusaha dan belajar untuk mengerti, insya allah. Semoga apa yang sudah kita jaga selama ini, bisa menjadi pondasi kuat untuk apa yang akan kita bangun di masa depan. Happy Anniversarry yang ke-5 sayang..

Begitulah kira-kira, catatan yang saya tulis saat merayakan (tepatnya mengucapkan) lima tahun kebersamaan saya dengan seseorang yang (dulu) menjadi bagian dalam perjalanan saya. Ya, catatan ini saya tulis setahun yang lalu. Tepatnya, setahun sepuluh bulan. Catatan yang masih saya yakini kebenarannya sampai beberapa waktu yang lalu. Selanjutnya, ia hanyalah sebuah catatan.

Kita tidak akan pernah tau apa yang Allah rencanakan untuk hidup kita. Kita tidak diberi kemampuan untuk mampu membaca skenario apa yang harus kita jalani selanjutnya. Kebersamaan dalam waktu yang sekian lama bukan jaminan untuk keputusan besar dalam hidup kita, Menikah. Seringkali kita dipertemukan dengan orang yang salah sebelum kita benar-benar bertemu dengan orang yang tepat. Tapi kadangkala pertemuan dengan orang yang salah itu menimbulkan luka. Karena bagaimanapun, pernikahan bukan hal sepele. Kita bisa saja terjebak dengan orang yang tepat menurut kita selama bertahun-tahun, tapi ternyata bukan orang yang tepat menurutNya. Bukan orang yang namanya sudah tertulis untuk kita di suatu tempat, diatas sana.


Lalu harus apa..? berontak..? Ihwal apa hingga kita berani.? Allah punya hak mutlak untuk menentukan apa yang terbaik bagi kita, iya kan..?

Jadi...?
Ya terima saja. Ikhlaskan apa yang sudah kita lewati bersamanya. Berterima kasih karena dia sudah mau terjebak begitu lama dengan kita. Belajarlah dari kesalahan-kesalahn yang pernah kita buat. Dan bersyukurlah, Allah memperlihatkan pada kita bahwa dia bukan orang yang tepat, pada saat yang tepat.

Dan Saya, dengan segenap kesadaran berterimakasih kepada Anda, siapapun itu yang nantinya berani mengambil keputusan untuk mau mendampingi dan terjebak dengan Saya seumur hidup.

Banda Aceh, 29 Desember 2012.




Kamis, 27 Desember 2012

Life is about Memories, Rite..? ^_^

Life is about memories. Kalimat itu seperti melayang2 di pikiran saya setiap mengingat anda. Yup, tepatnya kenangan tentang anda. Ternyata... terlalu banyak hal yang mengingatkan saya akan anda disini. Tempat2 yang pernah kita datangi, minuman yang biasa anda minum, hal2 yg sering kita bicarakan, dan rumah itu, anda ingat..? rumah yang membuat anda memberikan empat jempol sekaligus, tidak peduli jempol tangan atau kaki. :p.

Dan sekarang..? Saya berjumpa dengan sosok2 yang dengan suksesnya membuat saya semakin mengingat anda. Bahasa tubuh mereka, dialeknya, dan yang membuat saya tidak habis pikir, ada orang yang memiliki wangi dan jacket club favorit anda. Lucu rasanya ketika anda bilang "dia hadir untuk menggantikan saya". Saya malah berpikir "dia hadir untuk mengingatkan bahwa di suatu tempat, ada anda. A different thought, rite..? ^_^.

Oya, Anda ingat tentang boneka doraemon..? Saya "bertemu" dia kemarin malam, di taman sari. hmmmm...saya bingung bagian mana dari "si kucing biru gendut yang takut tikus" itu yg mirip saya. Penglihatan yang aneh.. -,-. Dan sekarang, saya sedang berusaha menerawang, mencari, mempertimbangkan dan memutuskan tokoh kartun mana yang mirip Anda. Sinchan..? anda bilang terlalu gendut. tapi yaa...sepertinya belum ada tokoh kartun yang as thin as you dear. :p.

Saya selalu berprinsip, menerima adalah tingkat tertinggi diatas segalanya. it's time for me to prove it. Saya sedang berusaha menerima. Menerima akan ada banyak hal yang membuat saya tercekat disini, saat mengingat anda. Saya percaya segala apapun di dunia ini melewati sebuah proses, tidak ada yang instan. Bahkan kopi instan dan mie instan sekalipun, tidak terrcipta dengan instan. Mereka sudah melewati proses pemilihan biji kopi dan tepung yang bagus, racikan yang bagus, bumbu dan blablabla. Dan semoga saja, ini adalah giliran kita yang berproses. Insya Allah. ^_^

Minggu, 23 Desember 2012

Dia menghilang.


Lelaki hujanku hilang… :(. Bukan , dia bukan pergi. Dia hanya tiba2 menghilang. Tersembunyi dibalik rerumputan masa lalu. Tertanam dalam debu pekat perjalanan. Dia kemana,,..? Ntah, aku tak tau.
Mungkinkah dia merajuk..? Sudah lama aku tak berkunjung.  Lupa..? Mungkin. Aku minta maaf.. Tapi haruskah kau menghilang sayang..? Haruskah kau bersembunyi.?.
Muncullah..pencarianku sudah sampai pada titik nadir … tapi kau juga tidak disana. Kembalilah… 

wrote when i realize u're dissapears.

God only knows.

sebenarnya ini tulisan aneh jaman dulu di blog lama yang udah penuh sama sarang laba2, dan tiba2 pengen di re-post d blog ini. :D.


"Alya cemburu"..? Azha bertanya padaku dengan raut wajah seolah tak percaya. "Iy, kenapa..?". Aku balik bertanya sambil tetap menikmati bubur ayam favoritku.  "Чα̲̅α̅ ampun Annisa...Irma dan Ardi tu cuma rekan kerja".  "Rekan kerja..??!!!" Batinku mengerang mendengar jawaban santai dari sahabat tercinta ku ini. "Rekan kerja apa bisa sampai satu ruangan berdua, bahkan dinas keluar kota dan nginap di satu kamar yg sama"? Apa kantor kalian segitu miskin'a zha..? Azha hanya diam. Dia hanya memandangku dgn raut wajah yg tak ku mengerti, namun aku tau pasti Α∂a̲̅ "sesuatu yg disembunyikan dariku dan dari sahabatku, Alya'. Tiba2 dia bersuara "itu peraturan kantor Sa".  Aku memandang'a, melongo dan sadar kalau raut wajah dan jawaban darinya tidak bekerjasama dgn baik. Perasaan ku makin tak karuan. Aku hanya menghela napas dan berkata unt diriku sendiri "semoga Alya mengerti itu peraturan kantor".
Sepulang dari kantor aku langsung menuju ke rumah Alya yg disambut oleh wajah sendu wanita hebat itu. Dia mengatakan sesuatu yg membuat otakku membeku. "Suamiku selingkuh".
Hanya kata2 itu yg kudengar dari bibir tipis tmanku ini. Suara'a m'isyaratkan rasa sakit yg tak mampu lagi diungkapkan secara fisik.  "Terus km ngmng apa"..? Aq bertanya dengan rasa ragu dan sedikit waspada dgn respon'a. Dia tak menjawab, hanya memandangku dengan tatapan kosong yg membuat perasaanku tercabik2 sebagai perempuan. Aku tahu jawaban dari pandangan mata'a. "Aku pasrah Sa".
Kulihat bibir tipis itu bergetar, mata bening'a tak lagi memantulkan bayanganku. Чα̲̅α̅, dia menangis. Tangisan yg mungkin telah sekkian lama dia tahan. Sejak kapan.? Ah, aku tak tau kawan.
Aku tak punya kekuatan unt mengembalikan waktu dan membuat'a tak menikah dgn laki2 itu. Aku hanya mampu menggenggam tangan'a, merasakan sedikit apa yg dia rasa, dan diam. Чα̲̅α̅, aku hanya mampu diam kawan. Alya duduk di sisiku sambil menangis dan membisu...

Aku meninggalkan'a setelah dia tertidur krn rasa lelah. Waktu itu sudah jam 10 malam. Sudah saat'a aku pulang. Anak2 ku pasti bingung menanti bunda'a yg seharian tak dirumah. Ketika ingin menutup pintu, aku memandang ke arah alya yg sedang tertidur dan berkata "اَللّه tau apa yg terbaik untukmu Al".
Aku berbalik, mematung, diam dan tiba2 bergumam "apakah yg terbaik bagiku nanti Чα̲̅α̅ اَللّه.?"
aku tak mampu dan tak berani b'andai-andai. Karna "اَللّه tau yg terbaik.
Markas Dunia Anak, 25 nov 2011.

"Untuk yg Terkasih"


Duhai kekasih hati..
Ingin rasanya aku menyapamu kembali seperti dahulu, ketika kita masih berada dalam ruang dan dimensi waktu yang sama. Ketika kau masih terjangkau oleh mata, tubuh dan pikiranku.

Duhai kekasih hati..
kuat inginku untuk merangkulmu seperti dahulu. Ketika kita masih bisa berjalan bersisian sambil menertawakan hal2 kecil yang mungkin tak terlihat oleh berpasang2 mata yang lain.

Engkau yang terkasih..
Bergetar bibirku ingin membacakan lagi puisi2 untukmu seperti dahulu. Ketika kau masih mampu mendengar jeritan rinduku.

Kekasih hati..tahukah kau..?
Bahkan ketika kau tak lagi berada dalam dimensi dan ruang waktu yang sama, disaat kau tak lagi dapat kurangkul, dan bahkan ketika jeritan rinduku tak mampu lagi untuk kau dengar,

Aku akan tetap disini, bersamamu, meski dengan cara yang berbeda.

Untuk yg terkasih
Sat, 05.00 am.
July, 9th '11

do you know..?

TAUKAH KAU..?
ketika aku berkata tidak artinya iya...?
ketika aku berkata ingin sendiri artinya aku butuh perhatianmu..?
ketika aku berkata aku tak cemburu itu artinya aku ingin membunuhnyaa..?
ketika aku berkata tak ada apa2 itu artinya ada sesuatu yang menggangguku..?
ketika aku bertanya tentang penampilanku itu artinya aku ingin kau puji..?
ketika aku berkata ingin mengakhiri semuanya, itu artinya aku ingin kau pertahankan aku..?
ketika aku mengatakan ingin pergi, itu artinya aku ingin kau mengejarku ?



TAUKAH KAU..?

Assalamualaikum.. Kenalan dulu kita..? :p

Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Kalimat yang begitu tepat untuk memulai pertemuan. isn't it..? :). Saya mendoakan semoga semakin diberkahi bagi mereka yang mau menyempatkan diri mampir ke blog ini, dan berkenalan dengan pribadi yang tidak seberapa mana ini :D. Have a real name Lissa Bella Rina Putri, my parent's 1st daughter, psychology undergraduated, extraordinary girl, and the one of million people in this world ;p.
hidup itu tentang berani mencoba, kalau saya tidak salah. Jadi karena saya merasa makhluk hidup, maka saya berusaha untuk berani mencoba mengembangkan bakat dan keinginan menulis saya yang sangat tidak luar biasa amat sekali ini.
Tulisan didalam blog ini tidak unik, tidak termasuk dalam on the spot, apalagi pustaka dunia. Blog ini hanya kumpulan tulisan yang biasa, yang semoga saja membuat Anda ketagihan membacanya. :p

Berikut, inilah Saya...
Hanya mencoba mengenal diri sendiri......
Saya pribadi yang mudah menerima, suka menyenangkan orang lain dan mendukung. Selalu mencoba menyatu dengan orang lain dan sekitarnya. Penurut, bisa menyesuaikan diri namun sering sulit mengendalikan emosi.
 

Klo mau bergaul dengan saya itu...jika kamu ingin saya melakukan sesuatu, cara memintanya sangat penting bagi saya. Saya sangat tidak suka tekanan dari orang lain. Saya senang mendengarkan dan melayani, tapi jangan dimanfaatin yaahh... dengarkan saya hingga saya selesai bicara, meski saya sedikit berbelit-belit. berikan saya waktu untk menyelsaikan sesuatu dan mengambil keputusan. It's ok, klo mau mendorong saya secara halus tapi tanpa menghakimi. Berikan saya pertanyaan sehingga saya bisa memahami masalah saya.

^_^

Kamis, 20 Desember 2012

Someday, Pobri.


What…???!!!! Nonton bolaaaa…??!! Ah, sesuatu yang bahkan tidak pernah terlintas sedikitpun dalam pikiranku. Itu salah satu permainan paling konyol yang pernah ku tau. Rebutan satu bola, ga tau tujuannya apa., dan bla bla baaa. Tapi sekarang, I am here, with you. Doing something that I never imagined before. -,-.

You changed my mind, maybe. Spertinya sudah sedikit mulai mnikmati.. Anda senang..? Saya apalagi. ^_^. Bukan, sebenarnya bukan bola yang membuat saya menikmati moment itu. Tapi seseorang yang ada disini, disamping saya. Yang dengan  berbagai macam ekspresi (sebenarnya anda cuma punya dua  ekspresi, senang dan tidak) menikmati permainan tim unggulanmu dan rivalnya. Ya, anda. Orang yang akhirnya membuat saya berpikir, someday, saya akan kemari lagi.

Someday, saya akan kesini lagi, tentu saja untuk menonton bola lagi. Tanpa Anda, mungkin.  Saya akan membeli dua tiket (mudah2han saya tau cara belinya) dan berharap disana Anda  yang berjalan di depan saya dan menyerahkannya ke mereka. Saya akan duduk di tempat yang sama pertama kali kita duduk (exactly, tempat pertama kali saya) dan berharap ada anda yang bilang "panas ya..?".
Lalu babak kedua saya akan pindah ke tempat yang berbeda,  tepatnya di tempat kedua kita duduk dan berharap ada Anda disamping yang bertanya "enakan mana nonton dari sini atau disana..?".
Sampai segitu aja..? Tenaaang,,,,besoknya saya juga akan datang lagi, menonton lagi di tempat yang sama dan berharap ada Anda yang dengan sabar menjawab semua pertanyaan2 konyol saya, pertanyaan akibat menganggap sepakbola itu olahraga aneh. "kenapa ditiup peluit..?", "kenapa dikasih kartu kuning?", "dia kenapa..?", "kok pelanggaran..?", "kok pemainnya diganti..?","offside itu gimana..?". "kok ga dihitung  gol..?',"kalau gol bunuh diri gimana..?. Ah, saat itu saya akan sangat berharap ada Anda yang menoleh, tersenyum dan dengan sabar menjelaskan.

Ah, someday.. Saya akan diam ketika melihat orang2 berteriak senang karena tim kesayangannya mencetak gol. Berharap disana ada Anda yang dengan semangat juga berteriak dan berdiri. Anda tau..? Yang menarik bagi saya itu bukan golnya, tehniknya, atau apalah namanya. Bagi saya, yang menarik itu adalah melihat ekspresi anda. Sesuatu yang sangat jarang saya dapatkan. Wajah anda terlalu tenang. :).
Saat itu, saya berharap ada Anda yang menggerutu tentang pemain2 yang tidak bisa bermain. Ah, Pobri..seakan2 kalau Anda yang di lapangan, bisa gol, gituu..? :p.
Someday, saya akan disana, berdiri, mematung dan diam. Berharap ada Anda disamping yang bilang "harusnya saya ada di sana cha, di lapangan itu". Dan saya akan dengan senang hati tertawa dan bilang "Anda memang sudah ditakdirkan menjadi penonton, Pobri. Sowwyyyy… ^_^.

Saat itu Pobri. Someday. Saat Anda sudah tidak disini. 

friday, 20th december, 2012.
7.31 am