Sejatinya, saya tipe seseorang yang pemaaf. Hanya saja, kadang sifat egois menutupi segalanya. Sering saya mengabaikan perasaan "saya sudah memaafkan" hanya karena saya berpikir "Ah, biar ajalah. Biar dia tau rasanya ga dimaafkan tu gimana". Bego..? Sangat.
Sudah terlalu banyak hal yang saya sia-siakan, sudah terlalu sering saya membuat orang merasa bersalah dengan apa yang mereka lakukan terhadap saya. Dan saat ini, saya menyadari satu hal. Untuk apa saya berlelah-lelah memikul dendam dan amarah, kalau nanti pada akhirnya saya memaafkan. Maafkan saja dari awal, selesai kan..? Tidak ada yang tersakiti, tidak ada yang merasa bersalah.
Lagi, untuk kali ini saya berdamai dengan hati. Terimakasih, G
Terimakasih untuk semua cerita-cerita yang membuka mata saya, betapa harusnya saya bersyukur diberi kelapangan hati untuk menerima yang sudah terjadi. Terimakasih karena menyadarkan saya bahwa tidak ada hal yang perlu kita lakukan hanya demi mempertaruhkan gengsi. Diluar sana, ternyata banyak sekali orang-orang yang sedang berusaha berjuang untuk berdamai dengan apapun. Berdamai dengan hatinya sendiri, berdamai dengan hati baru yang sedang berusaha menyentuh, berdamai dengan keadaan yang seringkali tidak sejalan dengan apa yang kita mau, dan berdamai dengan keputusan langit tentang apa yang harus dilakukan. Dan saya..?
Saat ini, Saya sudah berdamai dan akan terus belajar berdamai dengan apapun. Berdamai dengan hal-hal yang saya benci, dengan hal-hal yang belum biasa saya jalani, bahkan mungkin berdamai dengan sesuatu yang belum saya kenali.
Dan sekali lagi, Terimakasih G.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar