Hey..!!kau ingat sayang..? hampir lima tahun yang lalu. Saat itu
juga hujan kan..? Kau membawakan aku cokelat dan kita duduk berhadapan.
Kau ingat apa yang kita bicarakan..? tidak ada. Kala itu, yang ada hanya
hening.
Nyaris lima tahun yang lalu...kita hanya dua orang anak manusia yang berteman dan saling bercerita serta bertukar pikiran. Semuanya berjalan biasa saja hingga kau mengejutkanku dengan pertanyaan yang tiba-tiba, "kita gini-gini aja..?". Ah, saat itu dengan polosnya aku memandangmu dan merasa bersalah. Mungkinkah kau merasa buang-buang waktu menghabiskan siang ini bersamaku..? Aku hanya bisa memelas dan meminta maaf, tapi kau malah tersenyum geli melihatku.
Sambil membetulkan letak kemeja kantormu, lagi-lagi kau mengejutkanku dengan pertanyaan yang saat itu membuatku gagu. "Mau jadi pacarku..?". what..???!!!! apa aku salah dengar..? dia pasti bercanda ya Allah, batinku meracau tak jelas arah dan tujuan. Dan lagi, kau tersenyum..senyum yang tiba-tiba saja berbeda untukku. Dan saat itu, hingga detik ini aku yakin 'kau tidak sedang bercanda'..
Lima tahun itu bukan waktu yang pendek untuk sebuah perjalanan, tapi juga belum cukup lama untuk mengungkapkan apa telah dan mungkin sedang kita rasakan. Banyak hal yang selama ini sengaja kita lewati, atau terlewati tanpa kita sadari, dan kita menikmatinya. Tawa kita, senyum kita, keusilan kita, paniknya kita akan hal2 kecil, dan semua detail kecil tentang kita adalah hal paling nikmat yang pernah aku rasa. Dalam sujud, selalu kuselipkan doa, keinginan untuk menikmati semua tentang kita, sampai tua. Maaf kalau selama ini cukup banyak kesalahan yang kubuat, masih terlalu banyak hal yang belum aku mengerti tentangmu. Tapi aku akan terus berusaha dan belajar untuk mengerti, insya allah. Semoga apa yang sudah kita jaga selama ini, bisa menjadi pondasi kuat untuk apa yang akan kita bangun di masa depan. Happy Anniversarry yang ke-5 sayang..
Begitulah kira-kira, catatan yang saya tulis saat merayakan (tepatnya mengucapkan) lima tahun kebersamaan saya dengan seseorang yang (dulu) menjadi bagian dalam perjalanan saya. Ya, catatan ini saya tulis setahun yang lalu. Tepatnya, setahun sepuluh bulan. Catatan yang masih saya yakini kebenarannya sampai beberapa waktu yang lalu. Selanjutnya, ia hanyalah sebuah catatan.
Kita tidak akan pernah tau apa yang Allah rencanakan untuk hidup kita. Kita tidak diberi kemampuan untuk mampu membaca skenario apa yang harus kita jalani selanjutnya. Kebersamaan dalam waktu yang sekian lama bukan jaminan untuk keputusan besar dalam hidup kita, Menikah. Seringkali kita dipertemukan dengan orang yang salah sebelum kita benar-benar bertemu dengan orang yang tepat. Tapi kadangkala pertemuan dengan orang yang salah itu menimbulkan luka. Karena bagaimanapun, pernikahan bukan hal sepele. Kita bisa saja terjebak dengan orang yang tepat menurut kita selama bertahun-tahun, tapi ternyata bukan orang yang tepat menurutNya. Bukan orang yang namanya sudah tertulis untuk kita di suatu tempat, diatas sana.
Lalu harus apa..? berontak..? Ihwal apa hingga kita berani.? Allah punya hak mutlak untuk menentukan apa yang terbaik bagi kita, iya kan..?
Jadi...?
Ya terima saja. Ikhlaskan apa yang sudah kita lewati bersamanya. Berterima kasih karena dia sudah mau terjebak begitu lama dengan kita. Belajarlah dari kesalahan-kesalahn yang pernah kita buat. Dan bersyukurlah, Allah memperlihatkan pada kita bahwa dia bukan orang yang tepat, pada saat yang tepat.
Dan Saya, dengan segenap kesadaran berterimakasih kepada Anda, siapapun itu yang nantinya berani mengambil keputusan untuk mau mendampingi dan terjebak dengan Saya seumur hidup.
Banda Aceh, 29 Desember 2012.
Nyaris lima tahun yang lalu...kita hanya dua orang anak manusia yang berteman dan saling bercerita serta bertukar pikiran. Semuanya berjalan biasa saja hingga kau mengejutkanku dengan pertanyaan yang tiba-tiba, "kita gini-gini aja..?". Ah, saat itu dengan polosnya aku memandangmu dan merasa bersalah. Mungkinkah kau merasa buang-buang waktu menghabiskan siang ini bersamaku..? Aku hanya bisa memelas dan meminta maaf, tapi kau malah tersenyum geli melihatku.
Sambil membetulkan letak kemeja kantormu, lagi-lagi kau mengejutkanku dengan pertanyaan yang saat itu membuatku gagu. "Mau jadi pacarku..?". what..???!!!! apa aku salah dengar..? dia pasti bercanda ya Allah, batinku meracau tak jelas arah dan tujuan. Dan lagi, kau tersenyum..senyum yang tiba-tiba saja berbeda untukku. Dan saat itu, hingga detik ini aku yakin 'kau tidak sedang bercanda'..
Lima tahun itu bukan waktu yang pendek untuk sebuah perjalanan, tapi juga belum cukup lama untuk mengungkapkan apa telah dan mungkin sedang kita rasakan. Banyak hal yang selama ini sengaja kita lewati, atau terlewati tanpa kita sadari, dan kita menikmatinya. Tawa kita, senyum kita, keusilan kita, paniknya kita akan hal2 kecil, dan semua detail kecil tentang kita adalah hal paling nikmat yang pernah aku rasa. Dalam sujud, selalu kuselipkan doa, keinginan untuk menikmati semua tentang kita, sampai tua. Maaf kalau selama ini cukup banyak kesalahan yang kubuat, masih terlalu banyak hal yang belum aku mengerti tentangmu. Tapi aku akan terus berusaha dan belajar untuk mengerti, insya allah. Semoga apa yang sudah kita jaga selama ini, bisa menjadi pondasi kuat untuk apa yang akan kita bangun di masa depan. Happy Anniversarry yang ke-5 sayang..
Begitulah kira-kira, catatan yang saya tulis saat merayakan (tepatnya mengucapkan) lima tahun kebersamaan saya dengan seseorang yang (dulu) menjadi bagian dalam perjalanan saya. Ya, catatan ini saya tulis setahun yang lalu. Tepatnya, setahun sepuluh bulan. Catatan yang masih saya yakini kebenarannya sampai beberapa waktu yang lalu. Selanjutnya, ia hanyalah sebuah catatan.
Kita tidak akan pernah tau apa yang Allah rencanakan untuk hidup kita. Kita tidak diberi kemampuan untuk mampu membaca skenario apa yang harus kita jalani selanjutnya. Kebersamaan dalam waktu yang sekian lama bukan jaminan untuk keputusan besar dalam hidup kita, Menikah. Seringkali kita dipertemukan dengan orang yang salah sebelum kita benar-benar bertemu dengan orang yang tepat. Tapi kadangkala pertemuan dengan orang yang salah itu menimbulkan luka. Karena bagaimanapun, pernikahan bukan hal sepele. Kita bisa saja terjebak dengan orang yang tepat menurut kita selama bertahun-tahun, tapi ternyata bukan orang yang tepat menurutNya. Bukan orang yang namanya sudah tertulis untuk kita di suatu tempat, diatas sana.
Lalu harus apa..? berontak..? Ihwal apa hingga kita berani.? Allah punya hak mutlak untuk menentukan apa yang terbaik bagi kita, iya kan..?
Jadi...?
Ya terima saja. Ikhlaskan apa yang sudah kita lewati bersamanya. Berterima kasih karena dia sudah mau terjebak begitu lama dengan kita. Belajarlah dari kesalahan-kesalahn yang pernah kita buat. Dan bersyukurlah, Allah memperlihatkan pada kita bahwa dia bukan orang yang tepat, pada saat yang tepat.
Dan Saya, dengan segenap kesadaran berterimakasih kepada Anda, siapapun itu yang nantinya berani mengambil keputusan untuk mau mendampingi dan terjebak dengan Saya seumur hidup.
Banda Aceh, 29 Desember 2012.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar