Yang
akan kalian baca ini adalah catatan kecil tentang seorang teman kecil yang
tidak lagi kecil.
Happy
Reading.. ^_^
Metamorphosis.
Apa yang terlintas di pikiran kalian saat membaca kata itu..?. Benar, Perubahan
bentuk. Sebagian dari kalian mungkin akan tiba-tiba kembali ke kelas dasar dan
mengingat pelajaran tentang kupu-kupu. Dari ulat, lalu menjadi kepompong, dan
akhirnya menjadi kupu-kupu. Ya, berubah bentuk. Hampir semua motivasi tentang
perubahan hidup juga menggunakan teori kupu-kupu ini. Kenapa.? Karena
metamorphosis di hidup kita, tidak hanya berbicara tentang perubahan fisik, tapi
tentang artian yang lebih jauh lagi, tentang bagaimana kita berproses untuk
menjadi lebih baik. Dalam hal apapun, fisik, kognitif, afektif dan perilaku.
Perubahan bentuk
fisik adalah hal pasti. Tapi apakah seiring dengan kepastian itu, secara
psikologis kita juga akan berubah.? Cara pandang kita terhadap dunia dan diri
kita sendiri, prinsip tentang hidup dan mati, tentang eksistensi pencipta dan
yang diciptakan, apakah semuanya juga berubah.? Jawabannya tergantung pada
bagaimana kita melewati tahap metamorphosis dalam hidup kita. Bentuk akhir
adalah manifestasi dari apa yang sudah kita lalui selama proses itu berjalan.
Apa yang kita baca, apa yang kita dengar, lihat, serta bagaimana dan dengan
siapa kita hidup. Fisik tidak bertanggung jawab akan hal ini. Karena manusia,
bermetamorfosis dengan hati dan pikirannya. Sesuatu yang sifatnya tidak
terlihat, tapi punya kekuatan yang luar biasa.
Well, aku
mengenal seseorang yang (setidaknya bagiku) ntah dalam arti bagaimana, telah
bermetamorfosis dengan luar biasa. Ia telah menggeliat dengan sempurna dari
kepompongnya dan terbang dengan bebas, menikmati hasil dari prosesnya. Sebut
saja namanya Beni, Beni Pantona. Bisa dibilang, Aku mengenalnya sejak kecil.
Bukan mengenal dalam artian “sangat tahu”, tapi Aku kenal dia. Aku tahu sepak
terjangnya pada dunia, dulu. Aku tau track recordnya di lingkungan. Dan jika
Aku boleh kembali ke masa-masa 12 tahun yang lalu, rasanya tidak mungkin seorang
Beni, anak kecil dengan tingkat kebandelan yang bisa masuk museum rekor dunia,
yang dengan melihatnya saja bisa membuatmu ingin membunuhnya, menjadi seperti
sekarang ini. Seorang Beni dengan kemampuan menulis yang (bagiku) sangat luar
biasa. Setidaknya mampu membuat Aku menjadikan tulisannya sebagai sesuatu yang
wajib ditelan, menjadi sangat menarik untuk dibaca dan ditunggu kedatangannya
seperti Aku menunggu majalah BOBO edisi terbaru. Penasaran, apa lagi yang akan
muncul disana. Mungkin tidak berlebihan jika Aku menyebutnya “calon penulis
besar”. Bila kau sedang jatuh cinta, maka tulisannya akan membuatmu lebih jatuh
lagi. Jika kau sedang patah hati, jangan coba-coba membacanya, atau kau tidak
akan tau berserakan kemana kepingan hatimu tadi.
Saat pertama
kali Aku membaca tulisannya di komatitik.wordpress.com, aku sudah tersihir
dengan deskripsi kecilnya tentang komatitik, “kadang kita harus berhenti
sejenak seperti sebuah koma, dan berakhir seperti sebuah titik”. Aku tidak bisa
menemukan Beni kecil disana, tidak akan pernah. Disana hanya ada Beni Pantona,
seorang lelaki muda dengan daya tarik tersembunyi, sedang mencoba meraih
sesuatu, ntah itu apa Aku tidak tau. Seorang Beni yang punya “power” untuk
mencintai, punya kasih untuk menyembuhkan, dan punya pesona untuk menaklukkan.
Disana, Aku hanya menemukan Beni, Beni yang sekarang.
Bagi kalian,
siapapun itu yang mengenalnya setelah berproses, mungkin akan mengatakan
tulisannya bagus, kemampuan menulisnya hebat, imajinasinya luar biasa. Tapi
bagiku, kami, orang-orang yang sudah mengenalnya sejak ia masih sebagai ulat
kecil, menganggap ini “ajaib”. Bukan ajaib karena tulisannya bisa membuatmu
kaya, bukan karena tulisan itu bisa menari-nari saat kau baca. Tapi karena
tulisan itu, kata-kata itu, mantra-mantra itu, dilahirkan oleh seorang Beni
Pantona.
Ya, seorang Beni
yang dulu selalu kuanggap sebagai ulat bulu kecil yang mengganggu, telah
berhasil memetamorfosiskan dirinya menjadi kupu-kupu. Gagah, indah. Dan sekali
lagi, metamorphosis bukan hanya tentang fisikmu, tapi lebih jauh ke dalam itu,
tentang dirimu.
Nikmati kepakan sayap gagahnya di www.omben.com.
^_^