Catatan
ini muncul saat saya tiba-tiba menyadari satu hal kecil,
“Ketika kita bahagia, disana ada hati lain yang sedang berduka. Dan saat kita
sedang terluka, itu artinya kita sedang mengimbangi kebahagiaan hati lain
di suatu tempat". Semuanya, agar segala sesuatunya tetap seimbang. I named it “The Theory
of Balance”. Ini bukan catatan yang berisi pemikiran hebat, hanya sebuah
manifestasi dari apa yang sedang saya pikirkan.
***
Keseimbangan
itupun ada pada diri kita sebagai manusia, Human. Masing-masing kita diciptakan
dengan sisi positif dan negative masing-masing juga. Ada kelebihan, dan tidak
sedikit dibalik itu semua juga ada kekurangan. Nobody’s Perfect. Maka jangan
pernah merasa paling hebat ketika kita sedang berada diatas, dan jangan juga
merasa paling malang saat kita berada di bawah, bahkan di dasar. Ketika
kita berada di puncak, artinya kita sedang berpijak pada sesuatu yang sangat
besar di bawah kita. Sesuatu yang membutuhkan kita, sesuatu yang hadir demi
menjaga keseimbangan yang ada. Tapi ketika kita tidak mampu melihat dan bersyukur,
maka suatu saat akan ada yang memutarbalikkan
posisi kita dalam hitungan kedipan mata. What for…? Lagi-lagi, agar hidup kita
seimbang.
I’m
the 1st daughter in my family, dengan anggota keluarga yang masih
lengkap. Mother, Father, Brothers and Sister. Tapi dibalik ke”lengkap”an yang
ada, I have a little complicated relationship with my brothers. I am labil and
emotional. I am easily get angry because a little stupid shit thing. I’m a
talkative woman, I’m always have words that can makes their head burn and
feeling guilty to me. I’m not a good
sister yet for them. Sometimes when they need me, I’m not there.
Berbalik
dengan semua kenyataan itu, I met someone who has uncompletely family members.
But he has something that makes me envy, it is A very beautiful relationship that
he has with his sister. He always there
when she needs him, and she always there when he needs her. Bagi saya, salah satu alasan kami saling
menemukan adalah tentang ini. Tentang bagaimana kami dituntut untuk mengerti
bahwa hidup harus seimbang. Kita tidak akan diberikan kelebihan pada satu sisi
tanpa ada kekurangan di sisi lain. Yup, something’s like that.
Setiap kita butuh seseorang sebagai “penyeimbang “. Someone who can raises you
up when u feeling down, or someone who can pulls you down when you flying so
high. Mereka orang-orang yang dikirimkan untuk membuat segalanya tetap
seimbang.
Setiap
orang, siapapun itu, punya bagian masing-masing dalam hidup. Kita bisa jadi
seseorang yang memiliki bagian yang kosong dan membutuhkan seseorang untuk
menutupinya, atau bisa jadi seseorang yang memiliki sesuatu untuk menutupi
kekosongan orang lain. Take, and Give. Theory of Balance.
*kalimat
pertama inbox seseorang untuk Saya. Seseorang yang hadir untuk menyeimbangkan
kebahagiaan dan kesedihan saya.
Banda Atjeh, 4 Februari 2013.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar