Kafe ini letaknya di samping
sebuah hotel berbintang dengan suasana yang lumayan cozy, terlebih lagi
mushalanya. Nuansa hijau di mushala mungil kafe ini membuatku nyaman duduk
berlama-lama seusai shalat dan (lagi-lagi) menatap ke jalanan melalui dinding
kaca lebarnya. Menghabiskan waktu sore
di sudut teras kafe ini sepertinya akan jadi kegiatan sore rutinku. Ya, setelah
sebelumnya aku memutuskan untuk “menjadi pribadi yang egois” tahun ini.
Ketika sedang asik “menerawang”
kehidupan orang-orang di bawah sana, secara tidak sengaja aku mendengar “pertengkaran
kecil” pasangan di sebelah mejaku. Intinya, si perempuan mau menjalani sebuah
hubungan dengan “cara yang baik”, ga mau pacaran lagi. Sedangkan si laki-lakinya
dengan keras membantah, dan bilang “itu pemikiran aneh, dan aku gabisa”.
Singkat cerita, mereka putus (di kafe ini sih) dengan masing-masing
mempertahankan sesuatu yang mereka anggap benar. Setelah mereka pergi, Aku
senyum-senyum sendiri dan ingat salah satu kutipan dari Dr. Seuss yang sekarang
menjadi kutipan favoritku, “Be who you
are and say what you feel, coz those people who mind dont matter, and those who
matter dont mind”.
Begitulah.. kadang kita harus
berani dan siap hidup diatas ketidaksukaan orang-orang, hanya karena ingin
menjadi diri kita sendiri, dengan segala prinsip dan cara kita “memaknai”
hidup. Orang-orang yang acapkali berlawanan dengan apa yang kita pikirkan, inginkan, harapkan. Orang-orang
yang lebih memilih untuk berada di posisi sebagai “musuh” dalam hal-hal
tertentu. Mereka yang terkadang dengan mati-matian akan berusaha melumpuhkan sesuatu yang kita sebut “prinsip”. Tapi inilah
hidup. Kita dituntut untuk bisa seperti itu. Seperti perempuan yang lebih memilih
untukmeninggalkan “teman lelakinya” dan tetap hidup dengan prinsipnya. Yaa,
harusnya kita tetap bisa menjalani hidup dengan dikelilingi orang-orang yang
tidak suka, karena those people who mind
dont matter, and those who matter dont mind.
-cha-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar