Minggu, 16 Februari 2014

L o p e

Sometimes, You dont love someone for their looks, their clothes or their fancy car. You love them because they can sing a song only your heart can understand.

Rasanya tidak perlu ada syarat khusus/mutlak secara fisik untuk mencintai seseorang. Bahasa kerennya kurang lebih seperti itu. Karena sampai sekarang, selama aku hidup, aku belum pernah melihat seseorang yang masih tetap mempesona sampai tua secara fisik. Yang tertinggal pastilah hanya kharismanya. Tanpa pesona fisik pun, kakekku tetap dengan mesra memanggil nenekku dengan panggilan sayangnya. Dan sebaliknya nenek masih dengan setia mencium keningnya setiap kakekku keluar rumah, bahkan hanya untuk pergi ke warung kopi. Aku gila melihat mereka, jadi (bagiku) tidak ada cinta secara fisik.

Well, secara teori penampilan fisik menentukan kesan pertama kita terhadap seseorang. Sebagian besar orang setuju dengan itu. Tapi apa itu bisa menjamin suatu saat kita pasti akan mencintainya..? Bermimpi hidup dengannya..? Ingin dia selalu ada dekat dengan kita..?. Apa kebaikan fisik juga yang bisa menjamin kita menuangkan semua cinta kepadanya, hingga kita hanya ingin menyesap kopi pagi buatannya..?. Tidak kan..?
Kita tidak bisa memaksakan diri untuk mencintai seseorang, sama seperti kita tidak bisa memaksakan diri membenci orang yang kita cintai bukan..? Lalu kenapa harus memaksakan fisik sebagai syarat utama untuk bisa jatuh cinta..?. Bukankah cinta juga bisa datang begitu saja..? atau karena terbiasa..? Terbiasa menjadikannya teman bicara, terbiasa meilhat dia tertawa, terbiasa dibuat jengkel olehnya, dan kisah ‘terbiasa’ lainnya. Jadi fisik itu bagiku tak ada andil dalam cinta.
---
Seseorang pernah berkata padaku, bahwa ia tidak mengerti kenapa pasangannya bisa mencintai seseorang seperti dirinya, dan dia tidak pernah ingin memaksa pasangan untuk terus mencintainya. Terus terang saja, waktu itu aku sendiri juga tidak tahu harus menjawab apa. Tapi kalau suatu saat dia datang (lagi) dan aku harus menjawabnya, kurasa aku akan berkata “dia mencintaimu karena karena itu kamu, dan karena cinta, terjadi begitu saja”.

Banda Aceh, 16 Februari 2014






-cha-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar