Sometimes,
You dont love someone for their looks, their clothes or their fancy car. You love
them because they can sing a song only your heart can understand.
Rasanya tidak perlu ada syarat
khusus/mutlak secara fisik untuk mencintai seseorang. Bahasa kerennya kurang
lebih seperti itu. Karena sampai sekarang, selama aku hidup, aku belum pernah
melihat seseorang yang masih tetap mempesona sampai tua secara fisik. Yang tertinggal
pastilah hanya kharismanya. Tanpa pesona fisik pun, kakekku tetap dengan mesra
memanggil nenekku dengan panggilan sayangnya. Dan sebaliknya nenek masih dengan
setia mencium keningnya setiap kakekku keluar rumah, bahkan hanya untuk pergi
ke warung kopi. Aku gila melihat mereka, jadi (bagiku) tidak ada cinta secara
fisik.
Well, secara teori
penampilan fisik menentukan kesan pertama kita terhadap seseorang. Sebagian
besar orang setuju dengan itu. Tapi apa itu bisa menjamin suatu saat kita pasti
akan mencintainya..? Bermimpi hidup dengannya..? Ingin dia selalu ada dekat
dengan kita..?. Apa kebaikan fisik juga yang bisa menjamin kita menuangkan
semua cinta kepadanya, hingga kita hanya ingin menyesap kopi pagi buatannya..?.
Tidak kan..?
Kita tidak bisa
memaksakan diri untuk mencintai seseorang, sama seperti kita tidak bisa
memaksakan diri membenci orang yang kita cintai bukan..? Lalu kenapa harus
memaksakan fisik sebagai syarat utama untuk bisa jatuh cinta..?. Bukankah cinta
juga bisa datang begitu saja..? atau karena terbiasa..? Terbiasa menjadikannya
teman bicara, terbiasa meilhat dia tertawa, terbiasa dibuat jengkel olehnya,
dan kisah ‘terbiasa’ lainnya. Jadi fisik itu bagiku tak ada andil dalam cinta.
---
Banda Aceh, 16 Februari 2014
-cha-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar